• Posted: 2022-04-21 22:42:44
  • By: administrator29
  • Readed: 84

Anggota DPR RI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Universitas Pasir Pengaraian

Demi menjaga kekokohan negara dan rakyatnya, Anggota DPR RI, Dr H Achmad MSi mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat, khususnya kepada kaum milenial.

Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan oleh Anggota DPR RI itu dilaksanakan di Aula Universitas Pasir Pengaraian (UPP), yang berada di Desa Rambah, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Kamis (21/4/2022) pukul 09.30 WIB.

Hadir pada kegiatan itu, Rektor UPP, Dr Hardianto MPd, Wakil Rektor I UPP, Zulkifli SH MS CLA, Para Dekan UPP, Ka Prodi dan Dosen UPP, serta mahasiswa UPP. Bahkan juga dihadiri perwakilan dari SLTA sederajat.

Adapun Empat Pilar Kebangsaan itu diantaranya, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Anggota DPR RI, Dr H Achmad MSi saat diwawancarai awak media menjelaskan, bahwa empat pilar ini merupakan kekuatan, ketangguhan dan pertahanan negara RI ini. Sosialisasi ini tentunya sangat perlu sekali empat pilar ini disampaikan karena ini menyangkut kekuatan dan kekuasaan negara Republik Indonesia.

“Dimana Empat Pilar Kebangsaan yang kita sosialisasikan hari ini yang pertama Pancasila sebagai dasar negara, Undang-undang dasar 45 sebagai konstitusi, NKRI sebagai kekuatan wilayah kita dan Bhinneka tunggal ika sebagai keberagaman kita,” tutura Achmad.

Selain itu, lanjut Anggota DPR RI Fraksi Demokrat itu, bahwa empat pilar kebangsaan ini perlu disampaikan kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, supaya nilai-nilai yang terkandung didalamnya betul-betul di taati dan dapat diaplikasikan dalam kehidupannya supaya bangsa ini kedepannya tetap utuh, tetap kuat serta tetap bersatu.

“Karena dilandasi empat pilar ini, kalau tidak begitu dengan pengaruh global, dengan pengaruh kemajuan teknologi sekarang ini semangat kebangsaan itu dari waktu ke waktu akan hilang dan akan tipis rasa nasionalisnya,” ucapnya.

Artinya, kata Achmad, dengan semangat kebangsaan itu akan tumbuh dan berkembang pada generasi muda akan menerima estafet pimpinan kedepan. Karena mereka ini generasi yang menentukan bangsa ini kedepannya.

“Kita harapkan di dalam kehidupan sehari-hari mereka dapat menerapkan empat pilar kebangsaan ini dalam kehidupannya sehari-hari sebagai mahasiswa di UPP, di rumahnya dan di tengah-tengah sosial masyarakat di manapun mereka berada,” harapnya.

Mantan Bupati Rohul Dua Periode itu menambahkan, bahwa 4 pilar merupakan sebuah nilai-nilai jati diri bangsa yang harus terus ditanamkan, sebagai sebuah nilai spirit yang harus dipegang teguh setiap warga Negara guna membentengi bangsa dan Negara dari ancaman perpecahan baik yang datang dari internal maupun eksternal.

“Jadi empat pilar kebangsaan ini sangat perlu kita sosialisasikan kaum milenial. Karena mereka sebagai pewaris estafet kepemimpinan dimasa yang akan datang. Apalagi dengan kemajuan zaman tentu ada ancaman yang datang, baik itu ancaman internal maupun ancaman eksternal,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UPP, Dr Hardianto MPd didampingi Wakil Rektor I UPP, Zulkifli SH MH CLA menyampaikan, bahwa sosialisasi ini menjadi satu bentuk kegiatan penting yang berkaitan dengan pengetahuan sebagai warga negara Indonesia yang sudah seharusnya memahami dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika kita mengacu pada salah satu pilar yakni Bhineka Tunggal Ika. Menjadi sebuah kewajaran ketika adanya perbedaan, misalnya pendapat, latar belakang dan sebagainya. Tetapi perbedaan tersebut bukan menjadi pengahalang, tetapi menjadi sinergitas yang akan melahirkan kebhinekaan yang baik antar sesama,” papar Hardianto.

Melalui sosialisasi ini, Rektor UPP berharap dapat menambah ilmu bagi mahasiswa dan seluruh peserta yang hadir serta dapat menerapkan empat pilar ini dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan landasan empat pilar kebangsaan ini tentunya kita berharap kepada mahasiswa dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terkhusus di kampus kita ini. Karena di UPP ini mahasiswanya beragam suku, ras dan agama. Jangan sampai ada perpecahan diantara kita meski kita berbeda, namun tetap satu jua,” ungkap Hardianto.

Tags: