UPP Rokan Hulu, 06/02/2026 - Universitas Pasir Pengaraian (UPP) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Salah satu dosennya, Arief Anthonius Purnama, dinyatakan lolos sebagai penerima hibah penelitian dari Nagao Natural Environment Foundation (NEF) Japan. Penelitian tentang Konservasi Arowana Golden Red di Desa Mahato Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau.
Hibah penelitian dari Nagao Jepang merupakan program pendanaan riset internasional yang sangat kompetitif dan bergengsi. Program ini secara khusus mendukung penelitian di bidang lingkungan hidup, konservasi, dan keberlanjutan, dengan tujuan mendorong lahirnya kajian ilmiah yang berdampak nyata bagi pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan Arief Anthonius Purnama, M.Si., Ph.D dalam meraih hibah tersebut menunjukkan kualitas dan kapabilitas Dosen Universitas Pasir Pengaraian dalam bersaing di kancah internasional. Proposal penelitian yang diajukan dinilai memenuhi standar akademik global, memiliki kebaruan ilmiah, serta relevan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian dunia saat ini.
Melalui hibah ini, penelitian yang akan dilaksanakan diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah yang signifikan, baik dalam bentuk publikasi ilmiah maupun rekomendasi kebijakan berbasis riset. Selain itu, program hibah Nagao Jepang juga membuka peluang kerja sama dan jejaring akademik dengan peneliti serta lembaga internasional lainnya.
Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Assoc. Prof. Dr. Hardianto, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian dosen UPP yang mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat bangga dan mengapresiasi capaian Dr. Arief Anthonius Purnama yang berhasil memperoleh hibah penelitian dari lembaga internasional ternama seperti NEF Jepang. Ini membuktikan bahwa kualitas dosen UPP mampu bersaing di level global dan memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan,” ujar Rektor.
Menurut Rektor, keberhasilan ini juga sejalan dengan Misi UPP melaksanakan penelitian sebagai usaha pengembangan dan penemuan baru bidang IPTEK, sosial ekonomi, kependidikan dan kesehatan.
“Penelitian ini tidak hanya berdampak pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Rokan Hulu,” tambahnya.
Sementara itu, Arief Anthonius Purnama, M.Si., Ph.D menjelaskan bahwa penelitian yang didanai oleh NEF Jepang tersebut berfokus pada upaya konservasi berkelanjutan Arowana Golden Red melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Arowana Golden Red merupakan spesies endemik bernilai ekologis dan ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi habitat, strategi konservasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestariannya agar tidak terancam punah,” jelas Arief.
Ia menambahkan, Desa Mahato dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi habitat alami yang masih cukup baik serta keterlibatan masyarakat yang besar dalam aktivitas perikanan.
“Saya berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan konservasi sekaligus mendorong praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di Rokan Hulu,” ujarnya.
Keberhasilan meraih hibah dari Nagao Natural Environment Foundation (NEF) Japan ini semakin mengukuhkan komitmen Universitas Pasir Pengaraian dalam mendorong dosen untuk aktif dalam penelitian bereputasi internasional serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah.
Dengan lolosnya Dosen UPP sebagai penerima hibah penelitian dari Nagao Jepang, Universitas Pasir Pengaraian semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan riset unggulan yang berorientasi pada keberlanjutan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan.

