ROKAN HULU - Keterlibatan mahasiswa Universitas Pasir Pengaraian (UPP) dalam gerakan pelestarian lingkungan kembali menunjukkan kontribusi nyata. Kali ini, peran strategis ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Komunitas SOBI UPP dalam kegiatan yang digelar oleh World Cleanup Day Riau melalui program GROW 2026.
Program kolaboratif yang melibatkan SKK Migas bersama berbagai mitra ini menargetkan penanaman sebanyak 14.505 pohon yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Inisiatif tersebut menjadi langkah konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi terhadap dampak perubahan iklim yang kian terasa.
Dalam kegiatan tersebut, Jeni Furwanda selaku Ketua SOBI UPP dan Aurora Hurrazak NST sebagai Wakil Ketua tampil sebagai representasi kepemimpinan mahasiswa yang terjun langsung di lapangan. Kehadiran mereka diperkuat oleh partisipasi Muhammad Arafic, yang turut berkontribusi dalam kolaborasi lintas organisasi mahasiswa.

Peran Ketua SOBI UPP, Jeni Furwanda, menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa tidak hanya sebatas partisipasi simbolis, melainkan bentuk nyata komitmen generasi muda dalam menghadapi isu strategis lingkungan.
“Sebagai mahasiswa, kami tidak hanya hadir, tetapi ingin menjadi bagian dari solusi. Program GROW 2026 ini menjadi ruang bagi kami untuk berkontribusi langsung dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Jeni.

Sementara itu, Wakil Ketua SOBI UPP, Aurora Hurrazak NST, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
“Kami melihat bahwa perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Melalui kolaborasi seperti ini, mahasiswa dapat memperluas dampak dan mengajak lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Kegiatan ini berada di bawah koordinasi Ketua WCD Riau, Febbyola Ranum Pratiwi, yang turut memberikan apresiasi terhadap kontribusi aktif mahasiswa UPP dalam program tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif mahasiswa, khususnya dari SOBI UPP. Kepemimpinan mahasiswa seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendorong perubahan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih jauh, program GROW 2026 tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem. Keterlibatan mahasiswa dinilai menjadi elemen penting dalam memperluas jangkauan edukasi lingkungan hingga ke tingkat akar rumput.
Melalui keterlibatan ini, Ketua dan Wakil Ketua SOBI UPP diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi mahasiswa lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Peran ini sekaligus memperkuat posisi generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change) yang memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan bumi di masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan, mahasiswa UPP membuktikan bahwa kontribusi nyata dapat dimulai dari langkah sederhana menanam pohon, merawat lingkungan, dan menginspirasi perubahan yang lebih luas.

